GUMBOHATCH® INSIGHTS #3

Beranda Pengetahuan GUMBOHATCH® INSIGHTS #3

Hasil Lapangan: Perbaikan dengan Vaksin Imun Kompleks (Bagian 1)

 

Pendahuluan

GUMBOHATCH® adalah vaksin imun kompleks baru yang melindungi ayam dari penyakit Gumboro (IBD) yang dikembangkan oleh HIPRA (Spanyol). Vaksin imun kompleks baru ini memperkenalkan formulasi yang berbeda (IgY asal telur) dan parameter kontrol (Deteksi IgY bebas dan kontrol netralisasi) untuk memastikan lapisan lengkap virus IBDV.

Semua perbaikan yang baru ini telah menghasilkan vaksin imun kompleks formulasi baru yang mempertahankan potensi maksimum vaksin dan hasil yang konsisten di lapangan, bahkan dengan adanya antibodi maternal yang tinggi1.

Pengujian dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi keamanan dan efikasi GUMBOHATCH® (vaksin imun kompleks terhadap penyakit Gumboro) bila diberikan melalui aplikasi subkutan dalam kondisi lapangan dibandingkan dengan vaksin imun kompleks dengan formulasi standar di Eropa.


Metode:

Sebanyak 160.731 anak ayam berumur satu hari divaksinasi melalui subkutan dengan GUMBOHATCH® (n = 77.152) atau dengan vaksin imun kompleks IBD komersial (n = 83.579) sebagai vaksin standar, mengikuti instruksi pabrik. Setelah vaksinasi, anak ayam didistribusikan ke 2 peternakan broiler komersial di Prancis dan satu peternakan di Belgia.

Di setiap peternakan, kedua kelompok ditempatkan di unit terpisah di bawah kondisi yang sama dan dipantau hingga akhir pemeliharaan (35 hari kehidupan). Beberapa parameter keamanan dan efikasi dievaluasi selama periode ini.

Pengambilan sampel darah dan nekropsi 15 anak ayam per kelompok dan farm dilakukan pada waktu yang berbeda. Titer antibodi terhadap virus IBD ditentukan menggunakan CIVTEST® AVI IBD (HIPRA). Selama nekropsi, lesi bursal makroskopik dievaluasi dan cetakan bursal pada kartu FTA dikumpulkan untuk analisis PCR. Data dari tiga peternakan dianalisis secara bersamaan.


Hasil:
 

TABEL 1:  Hasil produksi pada akhir pemeliharaan (umur 35 hari). Perbedaan signifikan secara statistik (p <0,05). * EPEF: Faktor Efisiensi Produksi Eropa.

 

• KEAMANAN: Tidak ada reaksi merugikan terhadap salah satu dari dua vaksin yang diamati. Daya tetas dan berat badan yang serupa setelah menetas juga diamati pada kedua kelompok.

• EFIKASI: Tidak ada wabah klinis IBD yang terjadi di salah satu peternakan, jadi tidak ada dampak yang diharapkan pada parameter produksi terkait penggunaan dua vaksin yang berbeda (Tabel 1).


Hasil PCR dari cetakan bursal (Gambar 1) dan rasio BB membuktikan replikasi virus vaksin dari hari ke 21 dan seterusnya pada kedua kelompok.

 

GAMBAR 1:  Hasil PCR dari jejak bursal. Perbedaan signifikan secara statistik (p <0,05).

 

Serokonversi titer antibodi IBD setelah vaksinasi mengikuti pola yang sama pada kedua kelompok, dengan penurunan progresif pada maternal antibodi antara hari 0 dan 21, diikuti dengan peningkatan cepat antibodi yang diinduksi vaksin dari hari ke 28 dan seterusnya hingga akhir pemeliharaan.

Namun, perbedaan yang signifikan secara statistik (p <0,05) pada titer antibodi yang diinduksi oleh vaksin terdeteksi pada hari ke 28 dan 35 yang mendukung kelompok GUMBOHATCH®, yang membuktikan perlindungan humoral yang lebih cepat (Gambar 2).

GAMBAR 2: Evolusi titer antibodi serum menjadi virus IBD; Titer ELISA (rata-rata ± SEM) (nilai batas = 357). * Perbedaan signifikan secara statistik (p <0,05).


Juga, perbedaan numerik diamati dalam persentase kepositifan serologis antar kelompok, dengan jumlah hewan positif yang lebih tinggi pada ayam yang divaksin GUMBOHATCH® pada 28 dan 35 hari (Gambar 3).

GAMBAR 3:  Evolusi kepositifan serologis.

 

Kesimpulan

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa vaksinasi dengan GUMBOHATCH® aman dan memberikan perlindungan humoral yang lebih cepat terhadap IBD bila diberikan melalui subkutan dalam kondisi lapangan.

Respons humoral GUMBOHATCH® lebih cepat dibandingkan dengan vaksin dengan formulasi standar. Hal ini sesuai dengan formulasi dan kontrol yang dilakukan yang mencegah netralisasi virus vaksin ketika berhadapan dengan maternal antibodi yang tinggi.

 

REFERENSI:

1Perozo et al. 2019. World Veterinarian Poultry Association Congress. 0262.60 (3), 603-612.

© Laboratorios Hipra, S.A. All Rights Reserved.
No part of these contents may be reproduced, copied, modified or adapted, without the prior written consent of HIPRA.

 

The contents of this page are country specific and aimed specifically at prescribing veterinarians.

This product is not available in {{ preferredCountry.title }}.

You will be redirected to our global site. Click on continue to visit our global site (available in English).

Confirm that you are a veterinary professional:

This product is not available in {{ countrySelect.title }}.

You will be redirected to our global site. Click on continue to visit our global site (available in English).

  • I am a veterinarian (otherwise please contact a veterinary professional)

Select your country:

Country {{countrySelect.title}}
  • Global (available in English)
  • {{country.title}}