GUMBOHATCH® INSIGHTS #2

Beranda Pengetahuan GUMBOHATCH® INSIGHTS #2

Mekanisme kerja vaksin IBDV imun kompleks


Vaksin IBDV imun kompleks dikembangkan pada akhir tahun 1990-an dengan tujuan memiliki vaksin IBD yang dapat diberikan di tempat penetasan dan yang dapat memberikan perlindungan dengan tidak tergantung pada tingkat maternal antibodi pada ayam.

GAMBAR 1: Sel dendritik folikular memainkan peran penting dalam mekanisme kerja vaksin IBDV imun kompleks.

 

Namun, penggunaan vaksin IBDV imun kompleks telah terbukti memilki jauh lebih banyak keunggulan dengan menawarkan perlindungan vaksin aktif dengan keamanan yang lebih baik dan peningkatan potensi respons humoral dibandingkan dengan penggunaan virus vaksin homolog yang berdiri sendiri1.

Selain itu, vaksin imun kompleks dapat memberikan apa yang disebut "vaksinasi cerdas" terhadap IBDV karena dapat menyesuaikan onset imunitasnya sesuai dengan kebutuhan perlindungan setiap ayam, sehingga terhindar dari adanya gap imunitas yang mungkin terjadi ketika jenis vaksin lain digunakan2.

Tapi ... bagaimana mekanisme kerja vaksin IBDV imun kompleks? Bagaimana netralisasi maternal antibodi dapat dicegah? Di mana virus dalam imun kompleks dipertahankan sampai replikasi virus dimulai?

Tonton video berikut untuk pemahaman yang lebih baik tentang mekanisme kerja vaksin IBDV imun kompleks:

 

Ringkasan video
 

Poin kunci dari vaksin IBDV imun kompleks adalah memastikan virus vaksin  terlapisi dengan baik oleh antibodi IBDV spesifik (IgY).

Virus vaksin yang terlapisi dengan baik inilah yang akan mencegah netralisasi virus vaksin oleh maternal antibodi (MAB).

Imun Kompleks (virus + IgY) kemudian akan dipertahankan dalam sel dendritik folikular dari organ limfoid (dan mungkin pada makrofag) yang akan menyebabkan pelepasan virus secara terus menerus tanpa lapisan antibodi. Jika perlindungan yang diberikan maternal antibodi masih aktif, virus yang dilepaskan akan dinetralkan dan tidak akan mulai bereplikasi.

Begitu perlindungan maternal antibodi mulai berkurang, virus yang dilepaskan tidak akan dinetralkan dan akan mulai bereplikasi di bursa, yang berarti bahwa ayam secara otomatis akan dilindungi oleh kompetitif eksklusi dan onset imunitas akan dimulai.

Onset imunitas tergantung pada kebutuhan perlindungan masing-masing individu ayam yang dikenal sebagai “vaksinasi cerdas Gumboro”.

 

REFERENSI:

1Whitfill et al. 1995. Avian Diseases 39, (4), 687-699.
2Gelb et al. 2016. Avian Diseases 60 (3), 603-612.

© Laboratorios Hipra, S.A. All Rights Reserved.
No part of these contents may be reproduced, copied, modified or adapted, without the prior written consent of HIPRA.

 

The contents of this page are country specific and aimed specifically at prescribing veterinarians.

This product is not available in {{ preferredCountry.title }}.

You will be redirected to our global site. Click on continue to visit our global site (available in English).

Confirm that you are a veterinary professional:

This product is not available in {{ countrySelect.title }}.

You will be redirected to our global site. Click on continue to visit our global site (available in English).

  • I am a veterinarian (otherwise please contact a veterinary professional)

Select your country:

Country {{countrySelect.title}}
  • Global (available in English)
  • {{country.title}}